Mengapa ku selalu menahan rasa sakitku
Ingin ku hapus saja semua dendam ini
Tapi rasa tak mungkin lagi
Biarkan ku pergi karena aku tak sanggup lagi
Mengingat semua kenangan dulu di saat engkau menyakitiku
Mengapa semua terjadi di saat kau mulai menyadari
Semua kesalahanmu padaku tapi ku tak sanggup lagi
Namun rasa sakitku terlalu dalam tuk terobati
Ingin ku hapus saja semua semua dendam ini
Tapi rasa tak mungkin lagi
Mengingat semua kenangan dulu di saat engkau menyakitiku
Mengapa semua terjadi di saat kau mulai menyadari
Semua kesalahanmu padaku tapi ku tak sanggup lagi
(karena aku tak sanggup lagi) karena ku tak sanggup lagi
(mengingat semua kenangan dulu di saat engkau menyakitiku)
Mengapa semua terjadi di saat kau mulai menyadari
Semua kesalahanmu padaku tapi ku tak sanggup, tapi ku tak sanggup lagi
Ratu Nil (Yukabid)
Khabar itu merusuh jiwa
Titah yang dicerca semesta
Si kecil bergelar lelaki
Bakal korban si derhaka
Resahmu bertukar debaran
Ketika bergema ketukan
Di mana nak kau sembunyikan
Tubuh kecil tak berdosa
Alam bagaikan membisu
Arus Sungai Nil pun mengalir lesu
Mendengarkan tangismu
Saat menyaksikan
Bayimu yang hanyut bersendirian
Duka tak terbanding kata
Dan halus nalurimu terdera
Sungguh kerinduanmu hebat terduga
Teguhlah ibu yang mulia
Berpegang pada satu percaya
Berpisah bukan selamanya
Janji-Nya bukan dusta
Tika dipanggil ke istana
Lengkaplah kisah kasih yang sempurna
Bayimu kehausan
Lalu kau susukan
Menitis airmatamu kesyukuran
Nyatalah janji Yang Esa
Terpisah ‘tuk bertemu semula
Kau genggam kembali jemari kecilnya
Walau diam dalam rahsia
Terpujuk sudah hati yang hiba
Yang dirindu kini kau dakap bahagia
Yukabid engkau tamsil cinta
Lambang tulusnya kasih ibunda
Pengorbanan yang tiada mula
Dan tiada hujungnya
Pencipta Lagu
Munif Ahmad (Hijjaz Records Publishing)
Penerbit
Munif Ahmad (Hijjaz Records Publishing)
Penulis Lirik
Atie (Hijjaz Records Publishing)
Bingkai Kehidupan~Shoutul Harakah
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan,
Tiada masa tuk berpangku tangan
Setiap tetes peluh dan darah,
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan ﷲﺍ,
Kan menjadi saksi pengorbanan
Allohu ghoyatuna
Ar Rosulu qudwatuna
Al Quranu dusturuna
Al Jihadu sabiluna
Al Mautu fi sabilillah, asma amanina
ﷲﺍ adalah tujuan kami,
Rasulullah teladan kami
Alquran pedoman hidup kami,
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan ﷲﺍ adalah,
Cita-cita kami tertinggi
Mengarungi samudra kehidupan,
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan,
Tiada masa tuk berpangku tangan
Setiap tetes peluh dan darah,
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan ﷲﺍ,
Kan menjadi saksi pengorbanan
Allohu ghoyatuna
Ar Rosulu qudwatuna
Al Quranu dusturuna
Al Jihadu sabiluna
AlMautu fi sabilillah, asma amanina
ﷲﺍ adalah tujuan kami,
Rasulullah teladan kami
Alquran pedoman hidup kami,
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan ﷲﺍ adalah,
Cita-cita kami tertinggi
Cita-cita kami tertinggi
Shoutul Harakoh - Tekad
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Illahi
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Illahi Robbi...
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Illahi Rabbi...
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang slalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Illahi Robbi...
